Benarkah Ibu Hamil Tidak Boleh Mengonsumsi Udang
Udang satang--Maidi
BACA JUGA:Kumis Kucing untuk Batu Ginjal: Manfaat, Cara Kerja, dan Aturan Konsumsi
Mitos yang menyebutkan bahwa udang dapat menyebabkan alergi pada bayi sering kali disalahartikan.
Faktanya, alergi makanan pada bayi lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dan sistem imun, bukan semata-mata karena ibunya mengonsumsi makanan tertentu saat hamil.
Selama ibu hamil tidak memiliki riwayat alergi terhadap udang atau makanan laut, maka konsumsi udang relatif aman.
Udang juga kaya akan mineral penting seperti zat besi, seng, dan selenium.
Zat besi membantu mencegah anemia pada ibu hamil, yang jika dibiarkan dapat mengganggu suplai oksigen ke janin.
Selenium berfungsi sebagai antioksidan alami yang melindungi sel tubuh dari kerusakan, sementara seng berperan dalam pertumbuhan sel dan sistem kekebalan tubuh.
Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar konsumsi udang tetap aman selama kehamilan.
Udang harus diolah hingga matang sempurna untuk menghindari risiko infeksi bakteri atau parasit yang berbahaya bagi ibu dan janin.
Menghindari udang mentah atau setengah matang menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan pangan selama kehamilan.
Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi udang secara berlebihan.
Meski kandungan merkuri pada udang tergolong rendah dibandingkan jenis seafood tertentu, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan.
Pola makan seimbang dengan variasi sumber protein menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.
Dengan demikian, anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh mengonsumsi udang lebih condong pada mitos daripada fakta.
Selama dikonsumsi dalam porsi wajar, diolah dengan bersih dan matang, serta tidak memiliki riwayat alergi, udang justru dapat menjadi sumber gizi yang baik bagi ibu hamil.
Sumber: