Sekda Sumsel Buka FGD Mangrove, Tekankan Peran Strategis dan Kolaborasi Multipihak

Sekda Sumsel Buka FGD Mangrove, Tekankan Peran Strategis dan Kolaborasi Multipihak

FGD pemetaan potensi stakeholder dan skema pendanaan alternatif dalam mendukung kegiatan KKMD Sumsel, yang digelar di Meeting Room Hotel Santika, Rabu (01/04/2026).--Foto humaspemprovsumsel

HARIANBANYUASIN.COM - Sekda Sumsel, Edward Candra secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan Potensi Stakeholder dan Skema Pendanaan Alternatif dalam Mendukung Kegiatan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sumsel, yang digelar di Meeting Room Hotel Santika, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor di Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa ekosistem mangrove memiliki peran penting dari sisi ekologis, sosial, dan ekonomi, terutama sebagai pelindung wilayah pesisir dari abrasi serta sebagai penyerap karbon dalam mitigasi perubahan iklim.

BACA JUGA:Wagub Sumsel Letakkan Batu Pertama Masjid Baitul Huda OKU Timur

BACA JUGA:Feby Deru Perkuat Program PKK Menuju Indonesia Emas 2045

“Mangrove tidak hanya melindungi wilayah pesisir, tetapi juga menjadi penopang kehidupan masyarakat serta berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim,” ujar Edward Candra.

Ia menjelaskan, luas mangrove di Sumatera Selatan mencapai 173.114 hektare berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2024, atau sekitar 28 persen dari total mangrove di Pulau Sumatera, dengan tren yang terus menunjukkan perbaikan.

Meski demikian, lanjutnya, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan mangrove, seperti alih fungsi lahan, tekanan ekonomi masyarakat pesisir, serta keterbatasan pendanaan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Bantu Modal Usaha untuk 15 Pemuda Eks WNI yang Dipulangkan dari Kamboja

BACA JUGA:Sampaikan LKPJ 2025, Gubernur Sumsel Soroti Keberhasilan Pembangunan dan Tantangan ke Depan

Menurutnya, FGD ini menjadi forum penting tidak hanya untuk berdiskusi, tetapi juga untuk membangun fondasi penguatan kelembagaan serta merumuskan skema pendanaan alternatif yang tepat guna mendukung program pelestarian mangrove.

“KKMD Provinsi Sumsel memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi multipihak dalam mengintegrasikan kepentingan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi pembiayaan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove, sebelum akhirnya secara resmi membuka kegiatan FGD

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Pastikan PPPK Sumsel Aman, Efisiensi Tidak Berujung PHK

Sumber: