Ironi, Menjamurnya Para Pelaku Zina

Ironi, Menjamurnya Para Pelaku Zina

--

Tapi, yakin, Sob? Masalah ini bisa selesai hanya dengan edukasi bahaya kehamilan dini? Akankah hubungan seksual di luar pernikahan dibolehkan, yang terpenting tidak hamil?

 

Padahal, Rasulullah Saw. telah mengingatkan kita dalam Sabda-Nya, “Jika zina dan riba tersebar luas di suatu kampung, maka sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

 

Jika zina merajalela maka akan memancing turunnya azab Allah Swt. Bahkan, keberkahan pun akan dicabut dari bumi ini. Naudzubillah!

 

Seperti itulah ancaman keras bagi para pelaku zina. Seharusnya yang dicegah adalah pelaku zina muncul kembali. Bukan sekadar bahaya kehamilan dini saja. 

 

Bumi ini adalah milik Allah Swt, semua makhluk di bumi ini juga ciptaan Allah Swt. Maka, satu-satunya jalan untuk menyelesaikan permasalahan hidup manusia adalah kembali kepada hukum Allah, yakni Islam. Islam bukan hanya agama yang mengatur ibadah ritual saja, tapi juga masalah kehidupan. 

 

Zina dalam Islam adalah perbuatan keji dan mungkar. Mendekatinya saja tidak boleh apalagi berbuat zina, Sob. Allah Swt. berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang).” (QS Al-Israa: 32).

 

Ada tiga pilar dalam Islam untuk mencegah pelaku zina, yakni individu, masyarakat dan negara. Individu harus dibekali dengan ilmu agama. Sehingga tidak mudah meninggalkan syari'at, seperti menutup aurat, menundukkan pandangan, larangan berkhalwat, memudahkan pemuda untuk menikah, dan berpuasa bagi yang belum mampu.

 

Iman dan takwa wajib dimiliki oleh semua individu muslim. Sebab, tatkala iman dan takwa itu ada ia tidak akan mudah melakukan perbuatan maksiat. Senantiasa takut kepada Allah Swt.

Sumber: