Trenggiling Hewan Langka Pemakan Serangga yang Kini Semakin Sukar Ditemukan

Trenggiling Hewan Langka Pemakan Serangga yang Kini Semakin Sukar Ditemukan

Trenggiling--Instagram seputaranplk

BACA JUGA:Dikira Durian, Ternyata Bukan! Cempedak Durian Ini Bikin Pecinta Buah Auto Ketagihan

Beberapa warga mengaku sudah bertahun-tahun tidak lagi melihat hewan tersebut secara langsung.

Trenggiling dulu masih sering lewat di kebun saat malam hari, sekarang hampir tidak pernah terlihat lagi,” ujar Adi, salah satu warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan Banyuasin.

Keunikan utama tanggiling terletak pada pola makannya.

Hewan ini dikenal sebagai pemakan serangga, terutama semut dan rayap.

Dengan lidahnya yang panjang dan lengket, trenggiling mampu menjangkau sarang serangga hingga ke dalam tanah atau batang kayu lapuk.

Dalam satu malam, seekor trenggiling dewasa dapat mengonsumsi ribuan serangga, sehingga sangat membantu menjaga keseimbangan populasi hama alami.

Karena tidak memiliki gigi, trenggiling menelan makanannya secara langsung.

Proses penghancuran makanan terjadi di dalam lambung dengan bantuan pasir atau tanah kecil yang ikut tertelan.

Cara makan ini menjadi salah satu ciri khas yang membedakan trenggiling dari mamalia lainnya.

Sayangnya, keberadaan tanggiling kini menghadapi ancaman serius.

Perburuan ilegal menjadi faktor utama menurunnya populasi hewan ini.

Sisik trenggiling sering diburu karena dipercaya memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar gelap, meskipun tidak memiliki manfaat medis yang terbukti secara ilmiah.

Selain itu, alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan dan permukiman juga mempersempit habitat alami trenggiling.

Hilangnya tempat berlindung serta sumber makanan membuat hewan ini semakin sulit bertahan hidup di alam liar.

Sumber: