Ramadan, Bulan Panen Pahala
Muthmainnah Kurdi, S. Ag--doc
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat.. .” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).
Begitu besarnya pahala yang diberikan atas amal kebaikan di bulan Ramadan, supaya setiap muslim saling berlomba-lomba meraihnya.
Mungkin, ibadah di luar bulan Ramadan kurang optimal. Maka, Ramadan menjadi momen tepat untuk menggantinya dengan ibadah terbaik.
Karenanya, tidak heran jika ada beberapa masjid yang sepanjang malam Ramadan mengumandangkan tilawah Al-Qur'an, sebagian ada yang berzikir mendekatkan diri pada Sang Khalik hingga berakhirnya bulan Ramadan.
Semua demi rida dan balasan pahala kebaikan dari Allah Swt.
Momen memanen pahala hanya sekali dalam setahun, bulan Ramadan telah disyariatkan menjadi waktunya.
Seyogianya, setiap muslim memanfaatkannya, mengisinya dengan berbagai amalan.
==
Ramadan, Momen Terciptanya Jawul Iman
==
Bulan Ramadan menjadi momen tepat untuk saatnya menutup aurat, menutup tempat-tempat maksiat, menghentikan pergaulan yang dilaknat, mendalami ilmu agama, mengaji dan mengkaji, berbagi, menyayangi para duafa, shalat ke masjid, dan melakukan kebaikan-kebaikan lainnya.
Potret suasana keimanan di atas hanya tercipta saat Ramadan.
Ya, sistem yang berlaku saat ini meniscayakan kondisi itu.
Suasana semangat beribadah pada Allah hanya sesaat, kemudian hilang, berlalu dihegemoni kehidupan sekularisme.
Akan tetapi, dengan kehadiran sistem Islam suasana keimanan akan mewujud sepanjang hari, bulan dan sepanjang tahun kehidupan.
Sumber: