Ramadan, Bulan Panen Pahala
Muthmainnah Kurdi, S. Ag--doc
Telah jamak dikenal bahwa, bulan Ramadan merupakan bulan yang di dalamnya penuh dengan limpahan pahala kemuliaan, keberkahan, keutamaan, dan tingginya jawul (suasana) keimanan.
BACA JUGA:Mengincar Untung dari Lumpur Bencana
BACA JUGA:Memetik Hikmah, Dibalik Musibah Sepanjang Tahun 2025
Maka, telah masyhur sejak kali pertama disyariatkan, Ramadan menjadi magnet besar bagi mukmin yang ingin mencurahkan effort-nya (usahanya) untuk totalitas beribadah kepada Allah Swt.
Bukan hanya itu, Ramadan juga dipilih Allah Swt. sebagai bulan dibelenggunya setan, ditutup pintu neraka, dan dibukanya pintu-pintu surga.
Begitu besarnya keistimewaan bulan Ramadan.
Bukan saja nilai ibadah yang dilipatgandakan pahalanya, tetapi Allah Swt. juga mengistimewakan Ramadan dengan adanya peristiwa-peristiwa sarat hikmah yang terjadi di dalamnya.
Juga, Allah Swt. menjadikan dua bulan sebelumnya sebagai bulan yang mulia.
Adalah Rajab dan Syakban, dua bulan mulia yang Allah Swt. abadikan dalam kitab suci Al-Qur'an, "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At Taubah: 36).
Keistimewaan dua bulan Rajab dan Syakban, termaktub dalam berbagai hadis.
Di antaranya terdapat dalam hadis Nabi saw. berikut,
“Bulan Rajab adalah bulan Allah yang besar dan bulan kemuliaan, di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”.
Sedangkan Syakban, adalah bulan Rasulullah Saw., tersebab Beliau Saw. memfokuskan segenap ghirah ibadah lebih banyak di bulan tersebut sebagai persiapan ibadah di bulan Ramadan.
Seperti memperbanyak ibadah puasa.
Sebagaimana terdapat dalam hadis riwayat Bukhari no.1969,
Sumber: