Isi Waktu Libur, Bupati Ajak Istri Bajak Sawah
BANYUASIN harianbanyuasin com Sudah menjadi kebiasaan Bupati Banyuasin mengisi waktu libur dengan menjadi petani Ia mengajak istrinya yakni dr Sri Fitriyanti Ketua PKK Banyuasin rela diguyur hujan untuk menggunakan Alsintas Terbaru Khusus untuk Areal Sawah Lebak yakni Traktor Sekoci Boat
Diareal lahan seluas 130 hektar di Kecamatan Suak Tapeh Bupati kerap mengajak keluarganya nenggarap Sawah Kegiatan yang selalu dilakukan Askolani saat Jadwal Resmi Bupati tidak ada
Tak heran jika Bupati Banyuasin sangat piawai dalam mengoprasikan Alsinta dengan Teknologi Terbaru di Sumsel yakni Traktor Sekoci
Tidak hanya Bupati sang istri dr Sri Fitriyanti Askolani bersama sang Putri pun tak ingin ketinggalan menjajal kecanggihan alat tersebut dalam membajak sawah meskipun areal persawahan sedang diguyur hujan deras
Alat yang merupakan Inovasi baru dari Kelompok Tani Marhaen Banyuasin ini dapat menjadi solusi bagi para petani dalam keefektifannya mengatasi persoalan pengolahan tanah karena faktor areal persawahan yang masih terendam air
Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan setelah menjajal kebolehan alat tersebut dirinya merasa terkesan dengan adanya alat ini jadwal pengolahan areal persawahan yang lebih efektif dan efisien sehingga tepat sasaran tanpa harus khawatir keterlambatan waktu Dengan penggunaan Tractor Boat ini biaya garap lahan murah bekerja cepat dan nyaman tidak terhalang kondisi lahan basah atau kering dan hasil olah lahan lebih sempurna
Dengan alat ini dalam waktu 2 jam perhektare bisa membajak tanah rotari hingga membalik tanah di areal persawahan dengan kedalaman hingga 50 cm masih bisa Ini adalah Inovasi untuk areal lahan rawa ini kita lakukan uji coba alat ini oleh Kelompok Tani Marhaen Banyuasin katanya
Sementara itu Ariyanto SP PPL Lubuk Lancang menjelaskan sistem kerja Traktor Boat ini hampir sama seperti Traktor 4 biasa namun ini bisa terjun ke lahan yang masih terendam banjir walaupun lahan banjir tanah berlubang lumpur dan cuaca hujan alat tetap bekerja dengan maksimal Dengan bahan bakarnya juga lebih hemat yakni 9 Liter per hektare Alat tersebut juga dapat bekerja dilahan yang kering maupun basah bahan bakarnya juga lebih hemat yakni 9 Liter Solar
Untuk di Sumsel ini baru ada 2 alat ini yang dibeli secara Pribadi milik Kelompok Tani Marhaen Banyuasin dan diharapkan alat ini menjadi Pilot projek untuk mengatasi masalah pengolahan tanah untuk waktu tanam Ini juga menjadi Bahan expose Pilot percontohan Pertanian Maju Modern secara mandiri dimulai oleh Bupati Banyuasin Bpk H Askolani dan istri Ibu dr Sri Fitrianti jelasnya ron
Sumber: