Persaingan pada gim kedua pun berjalan lebih sengit.
Dhinda beberapa kali mampu memberikan tekanan dan berusaha mengejar ketertinggalan.
Namun, Akane Yamaguchi tetap mampu menjaga ketenangannya pada momen-momen penting.
Keunggulan pengalaman dan konsistensi permainan menjadi faktor yang membuat unggulan kedua tersebut mampu mempertahankan kendali pertandingan.
Akane akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 21-18 sekaligus menutup pertandingan dalam dua gim langsung.
Hasil tersebut membuat Dhinda gagal melangkah ke babak semifinal.
Kekalahan ini juga mengakhiri perjuangan Indonesia di sektor tunggal putri, setelah sebelumnya Dhinda menjadi wakil Merah Putih terakhir yang masih bertahan.
Meski harus terhenti, Dhinda telah menunjukkan perjuangan dengan memberikan perlawanan, terutama pada gim kedua.
Pertandingan melawan pemain unggulan seperti Akane Yamaguchi menjadi pengalaman berharga bagi Dhinda untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan menghadapi persaingan di turnamen-turnamen berikutnya.