Masker jenis ini dapat membantu mengurangi paparan terhadap partikel yang lebih besar.
Namun, desainnya umumnya lebih longgar dibandingkan respirator sehingga terdapat celah antara masker dan wajah.
Karena itu, masker medis tidak memberikan perlindungan yang sama dengan respirator ketika seseorang berada di lingkungan dengan kabut asap pekat.
Jika hanya tersedia masker medis, pengguna tetap sebaiknya memakainya daripada tidak menggunakan perlindungan sama sekali. Namun, aktivitas di luar ruangan tetap perlu dibatasi.
Masker Kain Bukan Pilihan Utama
Masker kain menjadi salah satu jenis yang paling mudah ditemukan dan dapat digunakan berulang kali.
Akan tetapi, masker kain bukan pilihan utama ketika tujuan penggunaannya adalah mengurangi paparan partikel halus dari kabut asap.
Kemampuan filtrasi masker kain sangat bergantung pada jenis bahan, jumlah lapisan dan desainnya.
Celah di sekitar wajah juga dapat membuat udara dari luar masuk tanpa melewati lapisan penyaring.
Karena itu, ketika kabut asap cukup pekat, respirator seperti N95 atau KN95 lebih layak dipertimbangkan dibandingkan masker kain biasa.
Kenapa Partikel Asap Perlu Diwaspadai?
Asap kebakaran dapat mengandung partikel halus yang ukurannya sangat kecil.
Ketika terhirup, partikel tersebut dapat masuk ke bagian dalam saluran pernapasan.
Paparan dalam waktu singkat dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, batuk atau rasa tidak nyaman ketika bernapas.
Pada orang tertentu, terutama yang memiliki masalah pernapasan, paparan asap dapat memicu keluhan yang lebih berat.
Anak-anak, lansia dan orang yang memiliki gangguan pernapasan sebaiknya lebih berhati-hati.