Pastikan casing memiliki aliran udara yang baik.
Kipas depan dapat digunakan untuk memasukkan udara, sedangkan kipas belakang atau bagian atas membantu membuang udara panas.
Untuk prosesor tertentu, pendingin bawaan mungkin sudah mencukupi.
Namun, untuk penggunaan berat atau prosesor dengan konsumsi daya tinggi, aftermarket cooler dapat menjadi pilihan.
9. Gunakan Situs dan Benchmark sebagai Referensi
Sebelum membeli komponen, bandingkan performanya melalui benchmark dan pengujian nyata.
Jangan hanya mengandalkan klaim pemasaran.
Cari pengujian CPU dan GPU yang menggunakan game atau aplikasi sesuai kebutuhan.
Perhatikan pula performa rata-rata FPS, frame time, konsumsi daya dan temperatur.
Jika menemukan kombinasi CPU dan GPU yang sering digunakan dalam berbagai konfigurasi PC, hal tersebut bisa menjadi referensi awal bagi pemula.
10. Jangan Terlalu Terobsesi dengan Istilah Bottleneck
Bottleneck memang penting, tetapi tidak perlu membuat proses merakit PC menjadi terlalu rumit.
Tidak ada komputer yang mampu membuat CPU dan GPU selalu bekerja tepat 100 persen secara bersamaan.
Pada gaming tertentu, GPU memang seharusnya menjadi komponen yang bekerja lebih berat.
Pada aplikasi tertentu, justru CPU yang menjadi faktor utama.
Yang paling penting adalah memilih komponen berdasarkan kebutuhan, resolusi monitor, anggaran dan target performa.