Bukan berarti bottleneck harus dihilangkan hingga nol.
Dalam praktiknya, hampir setiap sistem mempunyai kondisi ketika CPU atau GPU menjadi batas performa.
Yang penting adalah membuat keseimbangannya sesuai kebutuhan.
4. Perhatikan Resolusi dan Refresh Rate Monitor
Monitor mempunyai pengaruh besar terhadap pemilihan CPU dan GPU.
Pada gaming 1080p dengan refresh rate tinggi, beban CPU dapat menjadi lebih penting karena sistem harus menghasilkan frame dalam jumlah besar.
Sementara pada resolusi 1440p atau 4K, beban biasanya lebih berat ke GPU.
Sebagai contoh, pengguna monitor 1440p 165Hz membutuhkan pendekatan berbeda dengan pengguna monitor 1080p 60Hz.
Tidak ada konfigurasi CPU-GPU yang benar-benar universal untuk semua pengguna.
Karena itu, sebaiknya monitor ditentukan terlebih dahulu sebelum memilih kartu grafis.
5. Jangan Lupakan RAM
Bottleneck bukan hanya persoalan CPU dan GPU. Kapasitas serta konfigurasi RAM juga dapat memengaruhi performa komputer.
Untuk PC modern, pemula sebaiknya mempertimbangkan RAM dual-channel dengan kapasitas yang sesuai kebutuhan.
Gaming, editing foto, editing video dan multitasking berat dapat membutuhkan kapasitas RAM yang berbeda.
Selain kapasitas, perhatikan juga kecepatan dan kompatibilitas RAM dengan motherboard serta prosesor.
Menggunakan dua modul RAM dengan spesifikasi yang sesuai umumnya lebih ideal daripada hanya mengandalkan satu modul dengan kapasitas sama.