Sebaiknya biarkan parfum mengering secara alami setelah disemprotkan.
5. Semprotkan dari Jarak yang Tepat
Jarak penyemprotan juga berpengaruh terhadap hasil aplikasi.
Parfum sebaiknya disemprotkan dari jarak beberapa sentimeter dari kulit agar cairan menyebar lebih merata.
Jika terlalu dekat, parfum dapat terkumpul pada satu titik.
Sebaliknya, menyemprotkan dari jarak terlalu jauh membuat sebagian parfum justru terbuang ke udara.
6. Pilih Konsentrasi Parfum yang Sesuai
Jika menginginkan aroma yang relatif lebih tahan lama, perhatikan konsentrasi parfum.
Eau de Parfum (EDP) umumnya memiliki konsentrasi minyak parfum lebih tinggi dibandingkan Eau de Toilette (EDT), meskipun ketahanan akhirnya tetap bergantung pada formula, kulit, cuaca, dan aktivitas.
Parfum dengan konsentrasi lebih tinggi biasanya dapat menjadi pilihan untuk aktivitas panjang.
Namun, bukan berarti EDT selalu cepat hilang karena kualitas formula dan karakter aromanya juga berpengaruh.
7. Perhatikan Jenis Aroma
Karakter aroma juga dapat memengaruhi persepsi ketahanan parfum.
Aroma woody, amber, musk, vanilla, dan beberapa aroma oriental umumnya memiliki karakter yang lebih pekat dan dapat meninggalkan kesan lebih lama.
Sementara itu, citrus, aquatic, dan aroma fresh biasanya terasa lebih ringan dan menyegarkan, tetapi pada sebagian parfum dapat lebih cepat memudar.
Pilih karakter aroma berdasarkan kebutuhan dan suasana aktivitas.