Kasus HIV Tinggi, Butuh Solusi

Senin 10-08-2026,13:44 WIB
Reporter : Ismawati
Editor : Fidiani

BACA JUGA:Sosok Ayah Berubah Menjadi Predator

Ketika agama tidak lagi menjadi landasan dalam berprilaku, standar benar dan salah menjadi relatif, sehingga kehidupan berjalan bebas tanpa batas.

Padahal, dari sinilah awal mula perilaku berisiko munculnya penyebaran HIV.

Selain itu, penanganan HIV juga masih berdasar di permukaan, yakni pengobatan dan penanganan medis, tanpa menyentuh akar persoalan.

Misalnya, pendekatan pencegahan yang berfokus pada edukasi seksual dan konsep "safe sex" seringkali menekankan aspek kesehatan medis semata.

Pendekatan ini justru belum menyentuh akar masalah secara nyata. 

Selanjutnya, terkait narasi bahwa meningkatnya jumlah kasus HIV semata-mata karena keberhasilan deteksi dini perlu dicermati.

Memang, pihak Dinkes menyebut bahwa skrining yang semakin masif membuat kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini terungkap.

Namun, menjadikan hal ini sebagai penjelasan utama berpotensi menutupi realitas bahwa perilaku berisiko di masyarakat tetap terjadi dan bahkan bisa meningkat.

Dengan kata lain, peningkatan deteksi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kemungkinan adanya peningkatan penularan yang nyata.

Butuh Upaya

Sungguh, penyebaran HIV/AIDS ini membutuhkan upaya penanggulangan dan pencegahan.

Dalam upaya pencegahan HIV di kalangan pelajar, Islam menawarkan pendekatan preventif melalui sistem pergaulan Islam (Nizam al-Ijtima'i).

Interaksi sosial berbasis syariat Islam menjadikan aturan tidak bebas tanpa arah, melainkan diarahkan dengan jelas.

Aturan tersebut sebagai wujud menjaga kemuliaan manusia, seperti perintah menundukkan pandangan (QS. An-Nur: 30 dan 31), larangan berdua-duaan alias pacaraan, membuka aurat, dan berzina. 

Allah Swt. berfirman,

Kategori :