Bulu Kucing Rontok hingga Botak? Ini Penyebab dan Cara Penanganan yang Tepat

Sabtu 20-06-2026,16:30 WIB
Reporter : Yanti
Editor : Yanti

Stres pada kucing juga tidak boleh diabaikan.

Kucing yang mengalami tekanan psikologis, seperti pindah lingkungan, kurang perhatian, atau konflik dengan hewan lain, dapat menunjukkan perilaku menjilat atau menggaruk tubuh secara berlebihan.

Kebiasaan ini lama-kelamaan membuat bulu rontok dan area tertentu menjadi botak.

Masalah hormon atau penyakit dalam juga bisa menyebabkan kerontokan parah.

Gangguan tiroid atau ketidakseimbangan hormon tertentu dapat memengaruhi siklus pertumbuhan bulu kucing.

Dalam kasus seperti ini, kerontokan biasanya terjadi secara menyebar dan disertai perubahan berat badan atau perilaku.

Lalu bagaimana cara penanganannya?

Langkah pertama yang paling penting adalah membawa kucing ke dokter hewan.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kerontokan, apakah karena infeksi, parasit, alergi, atau penyakit lain.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan kulit, tes darah, atau pengambilan sampel bulu jika diperlukan.

Jika penyebabnya adalah jamur atau bakteri, dokter akan memberikan obat antijamur atau antibiotik sesuai kondisi.

Untuk kasus kutu atau tungau, kucing akan diberikan obat antiparasit khusus yang aman dan efektif.

Jika penyebabnya alergi, penanganan akan difokuskan pada menghindari pemicu alergi dan pemberian obat untuk meredakan gejala.

Sementara itu, jika masalahnya berasal dari stres, pemilik perlu menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman bagi kucing.

Perawatan di rumah juga sangat penting.

Menjaga kebersihan tubuh kucing dengan menyisir bulu secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan bulu mati.

Kategori :