Lebaran yang Terbelah: Ketika Umat Bingung, Persatuan Dipertanyakan

Selasa 07-04-2026,11:56 WIB
Reporter : Cici Rafika, S.Pd
Editor : Fidiani

Bisa jadi ia tertutup oleh mendung, kabut, atau faktor cuaca lainnya.

Sementara di wilayah lain, hilal telah tampak dengan jelas.

Dalam kondisi seperti ini, semangat persatuan umat seharusnya lebih diutamakan daripada perbedaan batas geografis.

Allah SWT juga menegaskan:

"Sesungguhnya umat ini adalah umat kalian yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian, maka sembahlah Aku." (QS. Al-Anbiya: 92).

Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan, bukan terpecah oleh sekat-sekat buatan manusia.

Namun realitas hari ini justru menunjukkan sebaliknya. 

Perbedaan keputusan yang terus berulang mencerminkan adanya fragmentasi dalam tubuh umat.

Salah satu akar persoalan ini adalah cara pandang nasionalisme sempit (nation-state) yang membatasi umat Islam dalam garis-garis wilayah.

Setiap negara berjalan dengan otoritasnya masing-masing, tanpa adanya satu kepemimpinan yang menyatukan keputusan umat secara global.

Akibatnya, ibadah yang semestinya dirasakan bersama justru menjadi berbeda-beda.

Lebih dari sekadar persoalan teknis penentuan tanggal, ini adalah persoalan persatuan umat.

Selama umat Islam masih terkotak-kotak, selama itu pula potensi perbedaan dan kegaduhan akan terus ada.

Rasulullah saw juga bersabda:

"Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Dan dalam riwayat lain:

Kategori :