Lebaran yang Terbelah: Ketika Umat Bingung, Persatuan Dipertanyakan
Cici Rafika, S.Pd (Guru dan Aktivis Dakwah Islam)--doc
HARIANBANYUASIN.COM - Perbedaan penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawal kembali terulang.
Setiap tahun, masyarakat seakan dihadapkan pada kebingungan yang sama.
Di satu sisi, sebagian negeri muslim telah menetapkan Idul Fitri berdasarkan rukyat hilal, sementara di sisi lain, keputusan berbeda justru muncul dari pemerintah.
BACA JUGA:Diresmikan November 2025, Jembatan Rp7,4 Miliar di Gandus Sudah Retak
BACA JUGA:Ramadan, Bulan Panen Pahala
Akibatnya, bukan ketenangan yang tercipta, melainkan kegaduhan di tengah umat.
Padahal, Rasulullah saw telah memberikan tuntunan yang sangat jelas:
"Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah (beridul fitri) karena melihat hilal." (HR. Bukhari dan Muslim).
BACA JUGA:Ramadan: Waktu Terbaik Untuk Berubah
BACA JUGA:Polemik Indonesia bergabung di Board of Peace
Hadis ini menunjukkan bahwa standar penentuan ibadah yang bersifat global seperti puasa dan Idul Fitri sejatinya bertumpu pada satu indikator: terlihatnya hilal.
Bukan pada batas-batas wilayah negara.
Ketika hilal tidak terlihat di suatu negeri, bukan berarti hilal itu belum ada.
BACA JUGA:Mengincar Untung dari Lumpur Bencana
Sumber: