Meski terlihat kurus, seseorang bisa saja memiliki lemak tersembunyi, terutama di area perut atau organ dalam.
Kondisi ini dikenal sebagai skinny fat.
Lemak visceral ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu kerja insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Jadi, meskipun berat badan normal, komposisi tubuh tetap berperan penting dalam kesehatan metabolik.
3. Faktor Genetik
Faktor keturunan juga memiliki peran besar.
Jika dalam keluarga terdapat riwayat diabetes, maka risiko seseorang mengalami kondisi serupa akan lebih tinggi, meskipun memiliki tubuh kurus.
Gen tertentu dapat memengaruhi cara tubuh memproduksi dan menggunakan insulin, sehingga meningkatkan kadar gula darah.
4. Pola Makan Tidak Sehat
Tubuh kurus bukan berarti bebas makan apa saja. Konsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat sederhana, dan minuman manis secara berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah.
Contohnya seperti minuman kemasan, kue manis, atau makanan cepat saji yang rendah serat.
Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko gangguan metabolisme akan meningkat, meskipun berat badan tetap rendah.
5. Kurangnya Aktivitas Fisik
Olahraga berperan penting dalam membantu tubuh menggunakan gula darah sebagai energi.
Tanpa aktivitas fisik yang cukup, gula akan menumpuk dalam darah.
Orang kurus yang jarang bergerak tetap berisiko mengalami gangguan metabolisme, karena otot tidak aktif menyerap glukosa secara optimal.