Mouth-Brooding: Ketika Mulut Jadi 'Bunker' Bayi di Dunia Air

Minggu 01-03-2026,10:32 WIB
Reporter : Yanti
Editor : Yanti

Ketika telur menetas, anak-anak ikan kecil itu pun belum tentu langsung dilepas sepenuhnya.

Pada beberapa spesies, jika ada ancaman mendekat, anak-anak tersebut bisa kembali masuk ke dalam mulut induknya untuk berlindung.

Sebuah bentuk perlindungan “pintu darurat” yang unik di dunia hewan.

Ancaman dari “Penumpang Gelap”

Sayangnya, alam liar penuh dengan tipu daya.

Salah satu ancaman paling licik datang dari Synodontis multipunctatus, yang dikenal sebagai cuckoo catfish.

Ikan lele asal Afrika ini punya strategi parasit yang cerdik.

Saat ikan mouth-brooder bertelur, cuckoo catfish akan menyelinap dan diam-diam melepaskan telurnya di antara telur-telur sang induk.

Tanpa sadar, induk tersebut mengumpulkan dan mengerami semua telur, termasuk “penumpang gelap” tadi.

Masalahnya, telur lele ini menetas lebih cepat.

Anak lele yang lahir lebih dulu akan memakan telur atau larva asli milik induk tersebut di dalam mulutnya sendiri.

Tragisnya, sang induk tetap menjaga mereka, tak menyadari bahwa yang diasuhnya adalah musuh yang memusnahkan keturunannya.

Pengorbanan yang Nyaris Tanpa Batas

Mouth-brooding adalah contoh nyata bagaimana evolusi membentuk strategi pengasuhan paling ekstrem demi kelangsungan spesies.

Di satu sisi, teknik ini meningkatkan peluang hidup anak secara drastis.

Di sisi lain, risikonya sangat besar bagi induk.

Kategori :