HARIANBANYUASIN.COM - Pernah membayangkan punya anak, tapi harus menyimpannya di dalam mulut selama berminggu-minggu?
Di dunia bawah air, strategi ekstrem ini benar-benar ada.
Namanya mouth-brooding, teknik bertahan hidup yang bisa dibilang nekat sekaligus mengharukan.
BACA JUGA:Fakta Unik! Mata Rusa Kutub Berubah dari Emas ke Biru Tua Saat Musim Berganti
BACA JUGA:Keunikan Burung Madu Jawa, Si Kecil Lincah Pengisap Nektar
Alih-alih menaruh telur di pasir, dedaunan air, atau celah batu yang rawan dimangsa predator, beberapa jenis ikan memilih cara yang jauh lebih aman: menjadikan mulutnya sebagai “bunker” paling terlindungi di perairan.
Telur-telur itu disimpan rapat di dalam rongga mulut induknya hingga menetas dan cukup kuat untuk berenang sendiri.
Strategi ini banyak ditemukan pada keluarga ikan siklid, serta ikan-ikan besar seperti Arwana.
BACA JUGA:Brunsvigia Marginata, Si Tangguh dari Pegunungan Afrika Selatan
BACA JUGA:Walik Mutiara, Permata Pink-Hijau dari Jantung Hutan Papua
Pada beberapa spesies, pejantanlah yang bertugas mengerami telur di dalam mulutnya, sementara pada spesies lain, induk betina yang memikul tanggung jawab besar tersebut.
Puasa Total Demi Keselamatan Anak
Namun, keamanan ini datang dengan harga yang sangat mahal.
BACA JUGA:Trenggiling Hewan Langka Pemakan Serangga yang Kini Semakin Sukar Ditemukan
BACA JUGA:Fakta Unik Raja-udang Kerdil Papua, Si Permata Kecil Penghuni Hutan Papua