Menjadi sebuah anomali bahwa dewan perdamaian dibentuk oleh pelaku utama penjajahan itu sendiri. Padahal jajaran fakta terbentang jelas, AS memiliki jejak panjang sebagai penjajah besar dibumi ini.
AS melakukan sejumlah invasi,kudeta dan penghancuran negeri Negari kaum muslim
Afganistan, Orak, Libya, Suriah, Sudan dan banyak negeri muslim menjadi korban kebiadaban AS.
Tujuan resmi BOP diklaim untuk. "Mengelola transisi Gaza pasca konflik", menjaga stabilitas dan "mencegah kekerasan berulang".
Akan tetapi stuktur dan kewenangannya justru mengarah pada pengambilalihan kendali Gaza oleh pihak asing.
Allah SWT mengingatkan kita
"Allah sekali kali tidak akan pernah memberikan. Jalan bagi kafir untuk menguasai kaum mukmin" (QS. Annisa :141)
BOP sejak awal dikendalikan oleh negara negara penjajah.
AS dan sekutunya menjadi aktor utama.
Negara negara muslim hanya dijadikan pelengkap legitimasi.
Ini bukan pola baru koloniaslime , penjajah selalu membentuk dewan,mandat atau otaritas internasional.
Semua polanya sama.
Untuk mengamankan kepentingan penjajah.
Penjajahan dimanapun termasuk Palestina.
Sesungguhnya tidak akan pernah berakhir di meja perundingan yang timpang.
Palestina yang lama terjajah sama sekali tidak akan dibebaskan oleh dewan dewan internasional buatan apalagi campur tangan kafir penjajah.