Namun di balik tampilannya yang “dingin”, hewan ini adalah pemburu ulung.
Mangsa utamanya adalah pika, sejenis hewan pengerat gunung yang banyak ditemukan di padang rumput dataran tinggi.
Dengan pendengaran tajam dan gerakan cepat, Rubah Tibet mampu mendeteksi pergerakan kecil di antara bebatuan atau rerumputan tipis.
Momen yang ditangkap Peter Yan menjadi semakin istimewa karena dokumentasi Rubah Tibet tergolong langka.
Habitatnya yang terpencil dan sulit dijangkau membuat tidak banyak fotografer dapat mengabadikan gambar satwa ini secara detail.
Selain itu, sifatnya yang waspada dan cenderung menghindari manusia juga menambah tingkat kesulitan dalam proses pengambilan gambar.
Foto tersebut tidak hanya menampilkan sisi estetika satwa liar, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem dataran tinggi Asia.
Perubahan iklim, aktivitas manusia, serta gangguan terhadap populasi pika dapat berdampak langsung pada kelangsungan hidup Rubah Tibet.
Dokumentasi visual seperti ini berperan besar dalam meningkatkan kesadaran publik tentang keanekaragaman hayati yang unik namun rentan.
Melalui lensa kamera, Peter Yan berhasil memperlihatkan bahwa di balik wajah datarnya yang terkenal, Rubah Tibet adalah simbol ketangguhan hidup di salah satu lingkungan paling ekstrem di dunia.