Berkat kombinasi sempurna tersebut, kambing gunung mampu melompat sejauh 3,5 meter antar tebing tanpa kehilangan keseimbangan.
Selain kemampuan memanjat yang mengagumkan, kambing gunung juga memiliki adaptasi luar biasa untuk bertahan hidup di cuaca ekstrem.
Mereka memiliki dua lapisan bulu tebal yang melindungi tubuh dari suhu dingin.
BACA JUGA:Dragonfish, Penghuni Sunyi Laut Dalam yang Muncul Saat Malam
BACA JUGA:Hiu Paus, Raksasa Laut Jinak yang Mampu Menyaring 20 Ribu Liter Air per Jam
Lapisan bulu bagian dalam memiliki tekstur lembut yang berfungsi menjaga kehangatan tubuh.
Sedangkan lapisan bulu luar yang lebih panjang dan kasar berfungsi melindungi tubuh dari angin kencang, hujan, dan salju.
Kombinasi kedua lapisan bulu ini membuat kambing gunung tetap nyaman meskipun hidup di wilayah bersuhu sangat rendah.
Dalam kehidupan sosialnya, kambing gunung memiliki pola hidup yang cukup menarik.
Kambing betina biasanya hidup dalam kelompok besar bersama anak-anak mereka.
Pola hidup berkelompok ini membantu melindungi anak-anak kambing dari ancaman predator seperti serigala dan puma.
Sebaliknya, kambing jantan lebih sering hidup menyendiri atau dalam kelompok kecil.
Mereka biasanya hanya mendekati kelompok betina saat musim kawin tiba.
Keberadaan kambing gunung menjadi bukti nyata bagaimana hewan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang tampak mustahil untuk dihuni.
Dengan kemampuan memanjat luar biasa, perlindungan bulu yang efektif, serta pola hidup sosial yang unik, kambing gunung menjadi salah satu spesies paling tangguh di dunia satwa liar.
Kehadiran mereka juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan, sekaligus menjadi simbol ketangguhan makhluk hidup dalam menghadapi alam yang keras.