Tidak Konsumsi Gula Tapi Gula Darah Tetap Tinggi, Ternyata Ini Alasannya!

Selasa 10-02-2026,09:00 WIB
Reporter : Yanti
Editor : Yanti

Resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik.

Insulin berfungsi membantu gula darah masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi.

Jika tubuh mengalami resistensi insulin, gula akan menumpuk dalam darah.

Kondisi ini sering dipengaruhi oleh obesitas, kurang aktivitas fisik, serta pola hidup tidak sehat yang berlangsung dalam jangka panjang.

Selain itu, faktor genetik juga memiliki peran besar.

Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, maka risiko terkena penyakit ini akan lebih tinggi.

Dalam beberapa kasus, seseorang bisa tetap mengalami diabetes meskipun sudah menjaga pola makan.

Hal ini karena tubuh memiliki kecenderungan tertentu yang diwariskan secara genetik.

Kurangnya aktivitas fisik juga menjadi penyebab yang sering diabaikan.

Olahraga membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Jika seseorang jarang bergerak, gula darah akan lebih sulit dikontrol meskipun pola makan sudah diperbaiki.

Stres dan kurang tidur juga dapat memengaruhi kadar gula darah.

Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

Begitu pula dengan pola tidur yang buruk, dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko diabetes.

Selain faktor gaya hidup, usia juga berpengaruh. Seiring bertambahnya usia, fungsi metabolisme tubuh cenderung menurun.

Produksi insulin bisa berkurang dan sensitivitas tubuh terhadap insulin juga menurun, sehingga risiko diabetes meningkat.

Kategori :