Padahal, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi seimbang seperti protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.
Idealnya, konsumsi buah cukup 2–3 porsi per hari agar manfaatnya tetap optimal tanpa menambah kalori berlebih.
2. Mengonsumsi Jus Buah Tanpa Serat
Kesalahan lain yang sering dilakukan saat diet adalah mengonsumsi buah dalam bentuk jus, terutama jus yang disaring hingga seratnya hilang.
Padahal, serat dalam buah berperan penting dalam memberikan rasa kenyang lebih lama serta membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Jus buah yang kehilangan serat justru membuat gula lebih cepat diserap tubuh, sehingga dapat memicu rasa lapar lebih cepat.
Selain itu, banyak orang menambahkan gula atau susu kental manis pada jus buah, yang justru meningkatkan jumlah kalori secara signifikan.
Jika ingin mengonsumsi buah dalam bentuk minuman, lebih baik memilih smoothie tanpa tambahan gula agar kandungan serat tetap terjaga.
3. Mengonsumsi Buah di Waktu yang Kurang Tepat
Waktu mengonsumsi buah juga berpengaruh terhadap keberhasilan program diet.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah makan buah setelah makan besar.
Hal ini dapat menyebabkan penumpukan kalori karena tubuh sudah mendapatkan energi dari makanan utama.
Selain itu, beberapa orang juga mengonsumsi buah terlalu malam, terutama buah yang tinggi gula, sehingga berpotensi meningkatkan penyimpanan lemak.
Waktu terbaik mengonsumsi buah adalah sebagai camilan sehat di antara waktu makan utama atau saat pagi hari ketika metabolisme tubuh masih optimal.
Mengonsumsi buah memang sangat baik untuk mendukung program diet, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar.
Mengatur porsi, memilih cara pengolahan yang tepat, serta memperhatikan waktu konsumsi menjadi kunci agar manfaat buah bisa maksimal.
Dengan menghindari tiga kesalahan fatal tersebut, program diet tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.