Sementara itu, telur berukuran besar memang memiliki volume putih telur yang lebih banyak.
Kandungan protein di dalam putih telur cukup tinggi, sehingga telur besar sering dipilih bagi mereka yang ingin menambah asupan protein, seperti atlet atau orang yang sedang menjalani program pembentukan otot.
Meski begitu, perbedaan kandungan nutrisi antara telur kecil dan besar sebenarnya tidak terlalu signifikan jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Selain memperhatikan ukuran, kualitas telur jauh lebih penting.
Salah satu cara memilih telur yang baik adalah dengan memperhatikan kondisi cangkangnya.
Pilih telur dengan permukaan yang bersih, tidak retak, dan tidak berlendir.
Cangkang yang retak berisiko menjadi jalan masuk bakteri yang dapat merusak kualitas telur dan membahayakan kesehatan.
Tips lainnya adalah dengan melakukan uji sederhana menggunakan air.
Masukkan telur ke dalam wadah berisi air.
Jika telur tenggelam dan posisinya mendatar, itu menandakan telur masih segar.
Jika telur berdiri atau mengapung, sebaiknya tidak dikonsumsi karena kualitasnya sudah menurun.
Warna cangkang telur juga sering menjadi perhatian.
Padahal, warna putih atau cokelat pada telur tidak memengaruhi kandungan gizi.
Perbedaan warna hanya dipengaruhi oleh jenis ayam yang bertelur.
Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir memilih telur berdasarkan warna.
Selain itu, sebaiknya pilih telur yang disimpan di tempat bersih dan tidak terpapar panas langsung.
Penyimpanan yang baik dapat menjaga kesegaran telur lebih lama dan mengurangi risiko kerusakan.
Kesimpulannya, baik telur besar maupun kecil sama-sama memiliki manfaat kesehatan.
Yang terpenting adalah memastikan telur yang dipilih dalam kondisi segar, bersih, dan tidak rusak.
Dengan memilih telur berkualitas, kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi secara optimal dan aman untuk dikonsumsi setiap hari.