Memasuki gim kedua, Prahdiska berusaha bangkit dan mulai menunjukkan perlawanan yang lebih baik.
Ia sempat memberikan tekanan melalui reli-reli panjang yang memaksa Tanaka bekerja lebih keras.
Permainan Prahdiska terlihat lebih variatif dibanding gim pertama.
Meski begitu, Tanaka tetap mampu menjaga konsistensi permainan dan tidak memberi banyak celah bagi lawannya.
Pertarungan di gim kedua sempat berlangsung lebih ketat, di mana Prahdiska mampu memperkecil ketertinggalan angka.
Namun, ketenangan dan pengalaman Tanaka menjadi faktor penentu.
Pebulu tangkis Jepang tersebut mampu memanfaatkan momentum di poin-poin krusial untuk kembali menjauh dan memastikan kemenangan 21-15.
Kekalahan Prahdiska membuat Indonesia harus tertinggal sementara 1-2 dari Jepang dalam perebutan tiket menuju partai final.
Sebelumnya, kedua tim saling berbagi poin sehingga pertandingan berjalan dengan tensi tinggi dan penuh tekanan bagi masing-masing pemain.
Situasi ini membuat Indonesia berada dalam posisi yang tidak mudah.
Tim Merah Putih kini harus berjuang keras di partai-partai berikutnya untuk membalikkan keadaan dan menjaga peluang lolos ke final tetap terbuka.
Dukungan mental serta strategi yang tepat menjadi kunci bagi para pemain Indonesia agar mampu tampil maksimal dalam laga penentuan.
Semifinal BATC 2026 antara Indonesia dan Jepang memang menjadi duel yang mempertemukan dua kekuatan besar bulu tangkis Asia.
Pertandingan yang berlangsung ketat ini menunjukkan persaingan kualitas serta mental bertanding para pemain dari kedua negara.
Indonesia masih memiliki peluang untuk bangkit, namun dibutuhkan performa terbaik dari wakil-wakil berikutnya untuk memastikan langkah ke partai puncak tetap terjaga.