Pada partai ketiga, Indonesia kembali menurunkan Prahdiska Bagas Shujiwo di sektor tunggal putra.
Ia akan menghadapi Puritat Arree.
Prahdiska menjadi salah satu andalan Indonesia berkat mental bertanding yang kuat dan daya juang tinggi.
Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, ia mampu tampil konsisten bahkan saat berada di bawah tekanan.
Laga ini diprediksi akan berlangsung ketat karena Puritat dikenal sebagai pemain ulet dengan reli panjang yang menyulitkan lawan.
Partai keempat mempertemukan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melawan P Kaosamaang/W Thongsa-Nga.
Raymond/Joaquin memiliki karakter permainan yang solid dan tidak mudah menyerah.
Keduanya kerap menunjukkan kemampuan bangkit saat tertinggal, terutama dalam situasi krusial.
Kekompakan dan komunikasi yang baik menjadi modal penting untuk menghadapi pasangan Thailand yang dikenal agresif.
Pada partai kelima atau penentuan, Indonesia menurunkan Richie Duta Ricardo yang akan menghadapi Tanawat Yimjit.
Richie diharapkan mampu tampil maksimal apabila pertandingan harus ditentukan hingga partai terakhir.
Pemain muda ini memiliki gaya bermain cepat serta keberanian dalam melancarkan serangan yang dapat menjadi kejutan bagi lawannya.
Susunan pemain yang diturunkan menunjukkan keseriusan Indonesia untuk meraih kemenangan atas Thailand.
Kombinasi pemain muda dan berpengalaman diharapkan mampu memberikan performa terbaik.
Dengan semangat juang tinggi dan strategi yang matang, tim beregu putra Indonesia memiliki peluang besar untuk melangkah ke babak semifinal BATC 2026.
Dukungan dan doa masyarakat Indonesia tentu menjadi tambahan motivasi bagi para pemain untuk memberikan hasil terbaik bagi Merah Putih.