Jika dibandingkan dengan hewan Arktik lainnya, keunggulan Rubah Arktik menjadi semakin jelas.
Muskox, misalnya, memiliki bulu qiviut yang terkenal delapan kali lebih hangat dibandingkan wol domba.
Berang-berang laut memegang rekor kepadatan rambut tertinggi di dunia hewan.
Namun, dalam hal rasio isolasi termal pada mamalia darat, Rubah Arktik tetap menjadi juara bertahan.
Bulu mereka bukan hanya tebal, tetapi juga dirancang untuk memaksimalkan penahanan panas dengan bobot tubuh yang relatif ringan.
Perbedaan mencolok terlihat bila Rubah Arktik dibandingkan dengan Beruang Kutub.
Beruang Kutub sangat bergantung pada lapisan lemak tebal (blubber) sebagai perisai utama melawan dingin.
Rubah Arktik, sebaliknya, hampir sepenuhnya mengandalkan bulu.
Mereka tidak memiliki lapisan lemak ekstrem seperti beruang, namun mampu bertahan di suhu yang sama kejamnya.
Ini menjadikan Rubah Arktik contoh unik adaptasi evolusioner berbasis struktur bulu, bukan cadangan energi.
Kemampuan menebalkan bulu hingga 140% secara dinamis menjadikan Rubah Arktik satu-satunya mamalia yang diketahui tidak menggigil hingga suhu mencapai -70°C.
Dalam dunia biologi, ini bukan sekadar ketahanan terhadap dingin, melainkan bukti betapa jauh evolusi dapat “merekayasa” tubuh makhluk hidup untuk menaklukkan lingkungan paling ekstrem di planet ini.