Leo juga menyampaikan permohonan maaf terkait selebrasinya yang sempat menjadi sorotan.
“Saya juga mau meminta maaf karena selebrasi saya tadi membanting raket, karena sudah lama gak juara dan saya spontan banting raket,” tambahnya dengan jujur.
Terkait persiapan menghadapi Raymond/Joaquin, Leo menegaskan bahwa fokus menjadi kunci utama.
“Yang kami persiapkan sebelum melawan Raymond/Joaquin, pokoknya jangan lengah dan jangan mau mengadu dengan kecepatan mereka, karena mereka lebih muda jadi tidak bisa dipungkiri mereka pasti lebih cepat,” jelasnya.
Sementara itu, Bagas Maulana menilai kemenangan ini sebagai awal kebangkitan mereka.
Menurutnya, motivasi terbesar datang dari orang-orang terdekat.
“Motivasi untuk pertandingan ini banyak dari orang tua, diri sendiri, dan partner, karena kami sudah lama vakum podium dan kami mau bangkit lagi. Ternyata ini rasanya kebangkitan,” kata Bagas.
Meski demikian, Bagas mengingatkan agar tidak cepat puas.
Ia menegaskan masih banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi.
“Jangan cepat puas karena masih ada pertandingan-pertandingan lainnya. Gelar ini kami persembahkan untuk semua orang, terutama buat kami berdua,” tutupnya.
Gelar Thailand Masters Super 300 ini diharapkan menjadi modal penting bagi Leo/Bagas untuk kembali konsisten di level tertinggi dan memperkuat dominasi ganda putra Indonesia di kancah internasional.