Gim kedua pun harus lepas dari genggaman Zaki dengan skor dramatis 20-22.
Di gim penentuan, suasana pertandingan semakin menegangkan.
Dukungan penonton yang mayoritas memihak Panitchaphon membuat tekanan semakin terasa.
Namun bagi Ubed, kondisi tersebut justru menjadi suntikan motivasi tambahan.
Ia bermain lebih berani dan disiplin, mengikuti arahan pelatih untuk terus menjaga fokus dan pikiran.
Hingga akhirnya, Ubed memastikan kemenangan di gim ketiga dengan skor identik 21-19.
Usai pertandingan, Ubed tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya.
Ia mengaku sangat senang dan terharu dengan pencapaian tersebut.
“Rasanya campur aduk dan gak nyangka bisa juara,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kunci kemenangan adalah keyakinan untuk tidak menyerah, meski sempat tertinggal.
“Sebelum poin 21, semuanya masih bisa dikejar,” tambahnya.
Ubed mempersembahkan kemenangan ini untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum, serta semua pihak yang telah mendukung perjalanannya.
Ke depan, ia berharap bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.
Target berikutnya sudah terpatri jelas, yakni mampu menembus dan meraih gelar di level Super 500 ke atas.
Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Zaki untuk terus melangkah lebih jauh di kancah bulu tangkis internasional.