Sementara itu, sang betina memiliki tampilan yang jauh lebih sederhana: bulu cokelat kusam yang menyatu dengan lantai hutan.
Warna ini merupakan strategi kamuflase yang cerdas, melindungi betina dari predator saat mengerami telur atau merawat anak-anaknya.
Kontras antara flamboyannya pejantan dan sederhana namun efektifnya betina mencerminkan keajaiban evolusi yang menyeimbangkan estetika dan fungsi survival.
Sayangnya, keindahan Lady Amherst tidak selalu sejalan dengan keberadaannya di alam liar.
Perusakan habitat dan perburuan membuat populasinya di beberapa daerah menurun.
Meski begitu, burung ini tetap menjadi simbol keindahan eksotis dan keajaiban alam Asia.
Keanggunan, warna yang memukau, dan ritual kawin yang unik menjadikan Lady Amherst pheasant bukan hanya burung, tetapi juga inspirasi seni dan fotografi alam di seluruh dunia.
Melihat burung ini bukan sekadar pengalaman menonton fauna; itu adalah kesempatan menyaksikan salah satu pencapaian terindah alam yang hidup, bergerak, dan menari di tengah hutan pegunungan Asia.