Pisang emas sendiri merupakan buah yang sangat kaya nutrisi.
Kandungan kalium, vitamin C, vitamin B6, serat, dan antioksidan di dalamnya bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Konsumsi pisang emas secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjaga keseimbangan elektrolit.
Namun, seluruh manfaat tersebut murni bersifat kesehatan fisik, bukan berkaitan dengan hal-hal mistis atau supranatural.
Para tenaga medis menegaskan bahwa jika memang terdapat benda asing di dalam tubuh manusia, hal tersebut hanya dapat dideteksi dan ditangani melalui pemeriksaan medis seperti rontgen atau tindakan medis lainnya, bukan melalui konsumsi makanan tertentu.
Keyakinan bahwa susuk dapat rontok hanya karena makan pisang emas lebih tepat dipahami sebagai efek sugesti atau kepercayaan psikologis yang kuat.
Meski demikian, mitos ini masih tetap hidup di tengah masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
Faktor budaya, kepercayaan leluhur, serta minimnya edukasi kesehatan menjadi alasan utama mengapa mitos seperti ini sulit dihilangkan.
Tidak sedikit pula masyarakat yang takut mengonsumsi pisang emas karena khawatir “susuknya rontok”, meskipun secara logika hal tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Para ahli mengimbau masyarakat agar lebih kritis dan rasional dalam menyikapi informasi yang berkembang.
Tradisi dan budaya memang patut dihormati, namun pemahaman harus tetap diimbangi dengan ilmu pengetahuan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Pisang emas seharusnya dinikmati sebagai buah sehat yang kaya manfaat, bukan ditakuti karena mitos yang tidak terbukti kebenarannya.
Dengan meningkatnya literasi kesehatan dan edukasi berbasis sains, diharapkan masyarakat dapat membedakan antara mitos dan fakta, sehingga tidak lagi terjebak dalam kepercayaan yang keliru dan dapat menjalani hidup yang lebih sehat dan rasional.