K merupakan seorang pegawai perusahaan IT berusia 30 tahun.
Perusahaan tersebut merupakan perusahaan terkenal dibidang IT – namun itu tidak membuatnya lepas dari rasa khawatir dan gelisah.
Sebab, perusahaan tersebut menuntut dirinya untuk selalu fokus pada pekerjaannya.
Hal itulah yang membuatnya tidak memiliki waktu untuk bergaul dengan teman-teman atau orang lain baik sesama jenis maupun lawan jenis.
Selain itu, K memiliki keinginan besar untuk menikah – hanya saja dirinya selalu ditolak oleh wanita. Dengan semua yang ia miliki, ucapan yang keluar darinya merupakan faktor penentu dari semuanya.
Dari kisah K, buku ini membawa kita untuk memikirkan lawan bicara dan tidak hanya berfokus pada diri sendiri.
Tujuannya adalah untuk memberi kesan baik pada lawan bicara.
Dengan kata-kata yang berkesan dan menarik pada buku ini membuat setiap pembacanya teralihkan dan hanya berfokus pada satu titik.
Buku ini kemudian mengajarkan kita teknik-teknik berbicara dan bagaimana cara berbicara
dengan bahasa yang mudah dipahami tetapi rapi dan nyaman didengar oleh lawan bicara.
Ini juga yang mengajarkan bahwa apa yang kita miliki belum tentu memberikan kesan sempurna kepada orang lain.
Dengan menata kata-kata yang baik, kita juga mampu menjaga lisan agar tidak membuat hati orang terluka yang berujung pada kerugian diri sendiri.
Meskipun demikian, buku ini tetap mengajarkan bahwa penampilan yang rapi, dandanan yang sempurna, dan rambut yang tertata tetap tidak boleh diabaikan.
Hanya saya, ucapan selalu menjadi hal yang paling penting untuk kita kuasai. Sebab, kata-kata yang terucap
akan sangat penting dalam menilai seseorang dan menjadi kesan pertama bagi orang lain.
Anda juga dapat menunjukkan sisi menarik pada diri Anda melalui kata-kata.