110 Putra-Putri Terbaik Banyuasin Berebut Tiket Paskibraka 2026

110 Putra-Putri Terbaik Banyuasin Berebut Tiket Paskibraka 2026

Pelajar saat mengikuti seleksi paskibra Banyuasin --

HARIANBANYUASIN.COM – Semangat nasionalisme dan jiwa kepemimpinan generasi muda Banyuasin kembali diuji.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Seleksi Calon Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bandiklat BKPSDM Banyuasin, Senin (20/4) ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banyuasin, dan akan berlangsung selama tiga hari hingga 22 April 2026.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Plt. Kepala Kesbangpol Banyuasin, perwakilan Disporapar, unsur TNI-Polri, serta para camat dan peserta seleksi yang merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan.

Dalam laporannya, Aminuddin mengungkapkan bahwa proses seleksi telah dimulai dari tingkat kecamatan sejak 31 Maret hingga 13 April 2026 di 21 kecamatan yang dibagi dalam delapan zona.

“Dari hasil seleksi tingkat kecamatan, terpilih sebanyak 552 siswa-siswi terbaik. Kemudian disaring kembali hingga menghasilkan 110 peserta terbaik untuk mengikuti seleksi tingkat kabupaten,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari 110 peserta tersebut yang terdiri dari 59 putra dan 51 putri, nantinya akan dipilih 30 orang terbaik untuk menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Banyuasin tahun 2026, dengan komposisi 15 putra dan 15 putri.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti seleksi dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.

“Alhamdulillah, hari ini kita melihat 110 putra-putri terbaik Banyuasin berkumpul di sini. Ini adalah momen penting dan penuh tantangan. Kalian adalah yang terbaik dari yang terbaik dan berpeluang mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar tugas seremonial, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

“Pengibaran bendera bukan hanya seremonial. Ada nilai perjuangan, disiplin, dan tanggung jawab di dalamnya. Pemimpin tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang seperti ini. Ikuti setiap tahapan dengan disiplin, terus belajar, dan jaga kesehatan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Netta berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik serta menjunjung tinggi sportivitas selama proses seleksi berlangsung.

Melalui seleksi ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi, sekaligus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi. 

Sumber: