Gubernur Sumsel Wujudkan Pelabuhan Samudera, Solusi Logistik Sumsel Target Operasi 2028
Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026).--Foto humaspemprovsumsel
HARIANBANYUASIN.COM - Gubernur Sumsel Herman Deru, menegaskan komitmennya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029.
Penegasan tersebut disampaikan saat Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Herman Deru menekankan bahwa pembangunan pelabuhan samudera merupakan cita-cita panjang yang telah dirintis selama lebih dari 40 tahun oleh para gubernur sebelumnya.
BACA JUGA:Dorong Perluasan IPAL di Palembang, Pemprov Sumsel Perkuat Kolaborasi Sanitasi dengan Australia
BACA JUGA:Herman Deru Tekankan Pentingnya Silaturahmi dalam Halal Bihalal Campang Tiga Family
“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, keberadaan pelabuhan samudera sangat penting bagi Sumsel sebagai daerah kaya sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi.
Selama ini, keterbatasan pelabuhan menyebabkan distribusi komoditas harus melalui provinsi lain, sehingga meningkatkan biaya logistik dan menurunkan daya saing.
BACA JUGA:Sekda Sumsel Buka Pelatihan Pengolahan Produk Turunan Mangrove dan Silvofishery
BACA JUGA:Gubernur Dorong Lahirnya 100 Ribu Sultan Muda di Sumsel
Ia juga menyoroti kondisi Sungai Musi yang mengalami pendangkalan hingga sekitar enam meter, sehingga kapal besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru.
“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” tambahnya.
Herman Deru optimistis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, dengan dukungan pemerintah pusat dan sektor swasta, akan menjadi solusi strategis bagi permasalahan tersebut.
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Apresiasi 100 Tahun Dedikasi Kongregasi Suster Charitas
Sumber: