Dewan Dengarkan Nota Pengantar LKPJ Bupati Banyuasin Tahun 2025
Wabup sampaikan LKPJ 2025--
HARIANBANYUASIN.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banyuasin Tahun Anggaran 2025, Senin (6/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian didampingi Sekretaris Daerah Erwin Ibrahim menyampaikan langsung laporan kepada DPRD, sekaligus diumumkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk pembahasan lebih lanjut.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPRD Banyuasin ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuasin, khususnya pada tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025–2029.
Dalam sambutannya, Netta Indian mengungkapkan bahwa berbagai indikator makro ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuasin meningkat dari 5,15 persen pada tahun 2024 menjadi 5,40 persen pada tahun 2025, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan yang tercatat sebesar 5,35 persen,” jelasnya.
Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,30 persen menjadi 8,48 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan Provinsi Sumatera Selatan yang berada di angka 10,15 persen.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 71,55 menjadi 72,42, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 3,24 persen menjadi 2,68 persen.
Pada aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan mencapai Rp2,96 triliun atau 96,23 persen dari target Rp3,08 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan melampaui target dengan capaian Rp385,12 miliar atau 103,04 persen, meningkat 32,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp2,85 triliun atau 90,35 persen, yang digunakan untuk belanja operasi, belanja modal, dan transfer daerah.
Berbagai capaian tersebut juga mendapat pengakuan nasional, di antaranya penghargaan peningkatan produksi beras dari Presiden Republik Indonesia, penghargaan Bhumandala Kanaka, Kabupaten Layak Anak kategori Pratama, serta penghargaan percepatan penurunan stunting dari Kementerian Dalam Negeri.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, maupun dukungan legislatif. Ke depan, kita harus terus berinovasi dan meningkatkan kinerja demi kesejahteraan masyarakat Banyuasin,” tutup Netta.
Penyampaian Nota Pengantar LKPJ ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan daerah pada tahun 2026.
Sumber: