SPPG Pangkalan Balai 1 Banyuasin III – Dapur Mama Ocha Tanggapi Kritik Menu MBG, Tegaskan Tanpa Pengawet

SPPG Pangkalan Balai 1 Banyuasin III – Dapur Mama Ocha Tanggapi Kritik Menu MBG, Tegaskan Tanpa Pengawet

Suasana pengemasan MBG untuk disalurkan ke penerima manfaat --

HARIANBANYUASIN.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangkalan Balai 1 Banyuasin III melalui Dapur Mama Ocha memberikan klarifikasi terkait kritik dan saran masyarakat mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya penggunaan susu kemasan dan olahan nugget.

Pihak Dapur Mama Ocha menegaskan bahwa susu kemasan tidak diberikan setiap hari kepada peserta didik.

“Kami tidak memberikan susu setiap hari. Dalam kondisi normal, susu biasanya hanya dua kali dalam seminggu,” jelas pengelola.

Pada menu terbaru, dapur menggunakan total 75 dus susu UHT, terdiri dari 67 dus Ultra plain dan 8 dus Vidoran coklat. Penggunaan susu coklat, menurutnya, dilakukan karena ketersediaan susu di pasaran saat ini sangat terbatas.

“Kami hanya menggunakan 8 dus susu coklat dari total 75 dus. Tapi responnya luar biasa ramai. Padahal ada dapur lain yang menggunakan susu coklat sepenuhnya,” ujarnya.

Sesuai Anggaran Per Jenjang

Ia juga menjelaskan bahwa penyusunan menu disesuaikan dengan anggaran per porsi berdasarkan jenjang penerima manfaat.

Kelas bawah (Balita, PAUD, TK, SD kelas 1, 2, 3): Rp8.000 per porsi

Kelas atas (SD kelas 4, 5, 6, SMP, SMA, ibu hamil dan ibu menyusui): Rp10.000 per porsi

Meski dengan anggaran terbatas, pihaknya berupaya menjaga kualitas dan kandungan gizi makanan yang disajikan.

Nugget dan Bolu Dibuat Sendiri Tanpa Pengawet

Menanggapi kritik soal nugget, pihak dapur menegaskan bahwa nugget yang dibagikan bukan produk instan pabrikan.

“Nugget kami buat sendiri setiap malam. Bahannya murni daging ayam, telur, gula, garam sebagai penyedap alami, bawang putih bubuk, dan sedikit tepung tapioka sebagai pengikat. Tanpa pengawet dan tanpa MSG,” jelasnya.

Prosesnya dilakukan secara fresh, mulai dari pencampuran adonan, pelapisan tepung, penggorengan, hingga pengemasan sebelum didistribusikan.

Sumber: