Jangan Buang Kulit Nanas! Di Negara Ini Disulap Jadi Sabun Ramah Lingkungan
Di Vietnam, limbah nanas justru dikumpulkan dan difermentasi untuk diambil enzim alaminya yang bernama bromelain yang diolah menjadi cairan pembersih..--
HARIANBANYUASIN.COM - Selama ini kulit dan limbah nanas biasanya langsung dibuang setelah panen.
Padahal, bagian yang dianggap tak berguna itu masih menyimpan potensi besar.
Di Vietnam, limbah nanas justru dikumpulkan dan difermentasi untuk diambil enzim alaminya yang bernama bromelain.
Enzim ini memang sudah lama dikenal dalam dunia pangan dan kesehatan karena kemampuannya memecah protein, lemak, serta membantu mengangkat noda membandel.
Melalui proses fermentasi, kulit dan sisa daging nanas diolah hingga menghasilkan cairan kaya bromelain.
Cairan ini kemudian diformulasikan menjadi sabun cair dan deterjen alami tanpa tambahan bahan kimia keras seperti fosfat atau pemutih sintetis.
Hasilnya adalah produk pembersih yang lebih ramah lingkungan, karena mudah terurai di air dan tidak meninggalkan residu berbahaya di sungai maupun saluran pembuangan.
Keunggulan bromelain terletak pada sifatnya yang aktif secara alami.
Dalam deterjen, enzim ini membantu menghancurkan molekul protein dari noda makanan, keringat, atau minyak, sehingga pakaian lebih mudah bersih tanpa perlu bahan kimia agresif.
Selain itu, karena berasal dari limbah organik, bahan bakunya terbarukan dan tidak menambah beban sampah baru.
Yang menarik, inisiatif ini bukan sekadar proyek kecil atau eksperimen laboratorium.
Pengolahan limbah nanas menjadi produk pembersih telah membantu mengurangi tumpukan sisa pertanian di sentra produksi nanas.
Limbah yang sebelumnya berpotensi membusuk dan mencemari lingkungan kini memiliki nilai ekonomi baru.
Petani dan pelaku usaha lokal pun mendapat tambahan pendapatan dari sisa panen yang sebelumnya tak bernilai.
Sumber: