Terlahir Berbeda, Inilah Kisah Penyu Albino yang Bertahan di Alam Liar

Terlahir Berbeda, Inilah Kisah Penyu Albino yang Bertahan di Alam Liar

Penyu albino mengalami mutasi genetik yang menghambat produksi melanin, pigmen alami yang berfungsi memberi warna pada kulit, mata, dan cangkang.--

HARIANBANYUASIN.COM - Penyu merupakan salah satu hewan laut purba yang telah hidup selama jutaan tahun.

Namun, di antara ribuan penyu yang menetas setiap tahunnya, ada sebagian kecil yang lahir dengan kondisi sangat langka, yaitu albino.

Penyu albino mengalami mutasi genetik yang menghambat produksi melanin, pigmen alami yang berfungsi memberi warna pada kulit, mata, dan cangkang.

BACA JUGA:Ngeri! Hewan 900 Kg Ini Bisa Lari 73 Km/Jam, Bahkan Kuda Pun Kalah

BACA JUGA:Fenomena Langka! Ribuan Pari Mobula Bermigrasi Massal di Baja California

Akibatnya, penyu albino memiliki warna tubuh yang sangat pucat, bahkan cenderung putih, dengan mata yang tampak kemerahan atau terang.

Fenomena ini tergolong sangat jarang terjadi.

Para ahli memperkirakan hanya sekitar satu dari ribuan hingga ratusan ribu penyu yang menetas dalam kondisi albino.

BACA JUGA:Hiu Paus, Raksasa Laut Jinak yang Mampu Menyaring 20 Ribu Liter Air per Jam

BACA JUGA:Mengenal Manta Birostris, Pari Terbesar di Dunia dengan Sayap Hingga 9 Meter

Keunikan warna tubuhnya memang membuat penyu albino terlihat sangat indah dan berbeda dari penyu lainnya.

Namun, di balik keindahan tersebut, penyu albino justru menghadapi tantangan besar untuk bertahan hidup di alam liar.

Salah satu ancaman terbesar bagi penyu albino adalah hilangnya kemampuan kamuflase.

BACA JUGA:Dragonfish, Penghuni Sunyi Laut Dalam yang Muncul Saat Malam

Sumber: