Pertumbuhan Ekonomi 5,35 Persen, Sumsel Kian Kokoh Turunkan Kemiskinan
--Foto humaspemprovsumsel
HARIANBANYUASIN.COM - Kinerja ekonomi Sumatera Selatan menunjukkan tren positif yang berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan.
Pada 2025, ekonomi Sumsel tumbuh 5,35 persen, melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen.
Data tersebut disampaikan dalam Berita Resmi Statistik BPS Sumsel pada Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Provinsi Sumsel Tahun 2026 yang digelar di Griya Agung, Kamis (5/2/2026) siang.
BACA JUGA:Jelang Ramadhan 1447 H Harga Cabai Burung di Prabumulih Tembus 80 Ribu
BACA JUGA:Korupsi Dana Darah PMI, Fitrianti Agustinda dan Suami Kompak Divonis 7,5 Tahun Penjara
Gubernur Sumsel, Herman Deru menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif menjadi faktor utama turunnya angka kemiskinan hingga satu digit, yakni 9,85 persen pada September 2025.
Menurutnya, struktur ekonomi Sumsel cukup kuat karena ditopang berbagai sektor strategis seperti pertambangan, industri pengolahan, pertanian, hingga real estate.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,66 persen.
BACA JUGA:Sekda Edward Candra Tekankan Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
BACA JUGA:Dipercaya Jadi Tuan Rumah Rakornas TPIP, Herman Deru: Bukti Prestasi Sumsel
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong konsumsi rumah tangga sebesar 4,91 persen.
Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto menjelaskan, jumlah penduduk miskin kini berada di angka 898,24 ribu orang atau turun 21,4 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
Wilayah perkotaan mencatat angka kemiskinan 8,91 persen, sementara perdesaan 10,43 persen. Keduanya mengalami penurunan signifikan.
BACA JUGA:Sekda Sumsel Buka Rapat Konsultasi Land4Lives, Tekankan Keberlanjutan Program
Sumber: