Kabut Asap vs Abu Vulkanik, Mana yang Lebih Berbahaya?

Kabut Asap vs Abu Vulkanik, Mana yang Lebih Berbahaya?

Kabut asap dan abu vulkanik bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan.--

Kabut asap dapat memberikan dampak yang berbeda pada setiap orang.

Paparan dalam waktu singkat dapat menyebabkan mata berair atau perih, hidung terasa tidak nyaman, batuk, dan tenggorokan kering.

Jika paparan berlangsung lebih lama atau konsentrasi partikelnya tinggi, gangguan pernapasan dapat menjadi lebih berat.

Kelompok seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara perlu lebih berhati-hati.

Saat kualitas udara memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama ketika asap terlihat pekat atau menimbulkan bau menyengat.

6. Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Abu vulkanik dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan.

Saat abu beterbangan, seseorang dapat mengalami batuk, bersin, hidung tidak nyaman, atau tenggorokan terasa gatal.

Partikel abu juga dapat mengganggu mata, terutama jika seseorang berada di luar ruangan tanpa perlindungan.

Karena itu, ketika terjadi hujan abu, sebaiknya masyarakat tidak berlama-lama berada di luar rumah.

Abu yang sudah mengendap juga sebaiknya tidak langsung disapu dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan.

Membersihkan permukaan dengan cara yang meminimalkan debu dapat membantu mengurangi paparan.

7. Cara Melindungi Diri

Perlindungan terhadap kabut asap dan abu vulkanik memiliki beberapa kesamaan.

Salah satunya adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara buruk.

Sumber:

Berita Terkait