Sudah Olahraga dan Diet Ketat Tapi Gagal Kurus? Ini Penyebab Tersembunyinya

Sudah Olahraga dan Diet Ketat Tapi Gagal Kurus? Ini Penyebab Tersembunyinya

--

BACA JUGA:Jangan Disepelekan! Syaraf Terjepit Bisa Berujung Lumpuh, Simak Gejala dan Solusinya

Kondisi inilah yang dapat membuat program penurunan berat badan menjadi lebih sulit.

Selain itu, vitamin D juga berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin.

Sensitivitas insulin yang baik membantu tubuh mengolah gula darah menjadi energi secara efektif, sehingga mencegah penumpukan lemak berlebih.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan metabolisme yang memicu penambahan berat badan.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin D rendah cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi.

Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara kecukupan vitamin D dan pengelolaan berat badan yang lebih optimal.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, Anda bisa mendapatkannya melalui paparan sinar matahari pagi.

Berjemur selama 10–20 menit pada pagi hari dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami.

Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak (salmon, tuna, dan sarden), kuning telur, hati sapi, serta produk susu yang telah difortifikasi.

Meski demikian, penting untuk tidak mengonsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan tanpa anjuran tenaga medis.

Kelebihan vitamin D justru dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

Jika Anda sudah menjalani pola hidup sehat namun berat badan tetap sulit turun, tidak ada salahnya memeriksakan kadar vitamin D dalam tubuh.

Dengan memastikan kebutuhan vitamin tercukupi, proses metabolisme tubuh dapat berjalan lebih optimal sehingga program penurunan berat badan menjadi lebih efektif.

Pada akhirnya, menurunkan berat badan tidak hanya bergantung pada diet dan olahraga, tetapi juga keseimbangan nutrisi yang tepat.

Sumber: