Sekda Sumsel Buka Pelatihan Pengolahan Produk Turunan Mangrove dan Silvofishery

Sekda Sumsel Buka Pelatihan Pengolahan Produk Turunan Mangrove dan Silvofishery

Sekda Sumsel Edward Candra membuka Pelatihan Teknis Pengolahan Produk Turunan Mangrove dan Budidaya Silvofishery, Rabu (08/04/2026).--Foto humaspemprovsumsel

HARIANBANYUASIN.COM - Sekda Sumsel Edward Candra membuka Pelatihan Teknis Pengolahan Produk Turunan Mangrove dan Budidaya Silvofishery yang digelar di Ruang Rapat Hotel Santika Premiere, Rabu (08/04/2026).

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa ekosistem mangrove memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pelindung kawasan pesisir dan penyerap karbon, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam pembangunan ekonomi hijau di wilayah pesisir.

“Oleh karena itu, pengelolaan mangrove ke depan harus kita dorong tidak hanya berbasis konservasi, tetapi juga berbasis nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:Gubernur Dorong Lahirnya 100 Ribu Sultan Muda di Sumsel

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Apresiasi 100 Tahun Dedikasi Kongregasi Suster Charitas

Ia menyebutkan, Provinsi Sumatera Selatan memiliki potensi mangrove yang besar, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.

Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari rehabilitasi, perlindungan, hingga pemanfaatan ekonomi yang bijaksana.

Sekda juga mengapresiasi kehadiran peserta dari masyarakat pesisir, terutama dari Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.

BACA JUGA:Rakor Karhutla 2026: Sumsel Siap Antisipasi Karhutla 2026

BACA JUGA:Aplikasi SIGUNTANG Diluncurkan, Pemprov Sumsel Targetkan Peningkatan PAD Sektor Pajak Kendaraan

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting karena menjadi aktor utama dalam keberhasilan dan keberlanjutan pengelolaan mangrove di tingkat tapak.

“Pelatihan ini harus dimaknai sebagai upaya nyata untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengelola mangrove secara produktif, inovatif, dan tetap menjaga kelestariannya,” tambahnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini sangat strategis karena memberikan keterampilan praktis dalam pengolahan produk turunan mangrove yang bernilai ekonomi, serta pengembangan budidaya silvofishery yang ramah lingkungan.

BACA JUGA:Menko Polkam Bakal Kunker ke Sumsel, Tinjau Kesiapsiagaan Karhutla

Sumber: