Ketua TP PKK Sumsel Evaluasi 10 Program PKK pada Rakon 2026
Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia HD--Foto humaspemprovsumsel
BACA JUGA:Feby Deru Perkuat Program PKK Menuju Indonesia Emas 2045
Sementara itu, pada Pokja IV, Feby Deru menyoroti pelaksanaan program unggulan melalui pilot project yang belum tepat sasaran di beberapa daerah.
Ia menyebut masih adanya kabupaten/kota yang memilih lokus yang sudah baik, bukan berdasarkan prioritas permasalahan.
Selain itu, sosialisasi penanggulangan penyakit seperti TBC, malaria, HIV/AIDS, dan penyakit tidak menular telah berjalan, baik secara tatap muka maupun daring, namun masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas.
Di bidang publikasi, TP PKK kabupaten/kota dinilai telah memanfaatkan media sosial, termasuk dalam pelaksanaan lomba posyandu berprestasi dan lomba balita sehat tingkat provinsi.
Tak hanya Pokja, aspek sekretariat dan kelembagaan juga menjadi perhatian.
Feby Deru menilai masih banyak kader baru yang belum memahami konsep pemberdayaan masyarakat dan keluarga.
Selain itu, belum semua TP PKK melaksanakan rapat untuk meningkatkan kerja sama, kegiatan jambore masih dimaknai sekadar pertemuan biasa, serta administrasi sering kali tidak dilakukan di sekretariat.
Ia juga menyoroti masih belum optimalnya fungsi sekretariat PKK serta belum meratanya pemanfaatan media sosial oleh seluruh TP PKK.
Sebagai solusi, Feby Deru mengimbau agar TP PKK secara rutin memprogramkan pelatihan dan peningkatan kapasitas kader.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan rapat kerja (raker) dan rakon di semua tingkatan sebagai sarana peningkatan kapasitas serta pemberian penghargaan kepada kader.
“Kegiatan dokumentasi dan publikasi merupakan keharusan,” tegasnya.
Sumber: