Nekat Belanja Pakai Upal, Dua Remaja di Lubuklinggau Nyaris Diamuk Massa
Nekat Belanja Pakai Upal, Dua Remaja di Lubuklinggau Nyaris Diamuk Massa--
HARIANBANYUASIN.COM – Hati-Hati menjelang lebaran uang palsu (upal) beredar di pasaran.
Terbukti dua orang remaja berinisial D dan C di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, nyaris di massa warga.
Keduanya diamankan warga setelah diduga mencoba berbelanja menggunakan uang palsu (mainan) pecahan Rp100 ribu di sebuah warung.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, pada Minggu 1 Maret 2026.
Pemilik warung, Mami, menceritakan bahwa saat kejadian dirinya tengah beristirahat dan warung dijaga oleh sang suami. Pelaku D datang membeli rokok dan menyerahkan uang pecahan Rp100 ribu untuk meminta kembalian.
“Pas kejadian saya lagi tidur dan suami saya yang jaga warung. Suami saya bangunin saya dan bilang pelaku ngasih uang Rp100 ribu sehingga minta kembalian. Karena saya curiga, saya pun menemui pelaku untuk saya tanyai asal dia dari mana,” ujar Mami, Senin 2 Maret 2026.
Kecurigaan semakin kuat ketika pelaku mengaku datang menggunakan ojek hanya untuk berbelanja. Mami kemudian meminta anaknya memeriksa uang yang diberikan.
Setelah dicek, uang tersebut dipastikan merupakan uang mainan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan dan mengamankan pelaku D.
“Pas ditanya, si pelaku ini ngaku disuruh temannya yakni C untuk belanja di warung saya pakai uang mainan,” jelas Mami.
Atas desakan warga, D diminta menghubungi rekannya. Tak lama kemudian, C datang ke lokasi dan keduanya langsung diamankan sebelum situasi semakin memanas.
Mami menduga aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan. Dalam pengakuannya, pelaku disebut sudah tiga kali berbelanja menggunakan uang mainan di warungnya dalam bulan yang sama.
“Dia ngaku sudah tiga kali belanja di warung saya dengan uang mainan. Mungkin karena berhasil terus jadi datang lagi. Yang jaga kan suami saya dan pendengaran serta penglihatannya sudah berkurang,” ungkapnya.
Saat memeriksa laci kasir, Mami menemukan dua lembar uang mainan pecahan Rp100 ribu yang diduga hasil transaksi sebelumnya.
Emosi warga sempat memuncak hingga kedua remaja tersebut hampir menjadi sasaran amukan massa. Beruntung situasi bisa dikendalikan sebelum terjadi aksi main hakim sendiri.
Sumber: