Polsek Sungsang Koordinasi dan Bergerak Cegah Bahaya di Pelabuhan Tanjung Api-Api

Polsek Sungsang Koordinasi dan Bergerak Cegah Bahaya di Pelabuhan Tanjung Api-Api

Polsek Sungsang Koordinasi dan Bergerak Cegah Bahaya di Pelabuhan Tanjung Api-Api--

HARIANBANYUASIN.COM – Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan pelayaran, Polsek Sungsang menggelar rapat koordinasi sekaligus tindak lanjut pemeriksaan langsung di kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA), Desa Muara Sungsang, pada Selasa (27/1/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungsang, Iptu Fariz Muhammad, SH., ini melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Dishub Palembang, KSOP, dan petugas kapos pelabuhan.

Fokus utamanya adalah pengecekan kendaraan angkutan barang dan sosialisasi dua hal krusial: larangan membawa barang-barang berbahaya serta himbauan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kerap mengganggu aktivitas pelayaran.

“Kegiatan ini bertujuan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di pelabuhan, dengan memastikan tidak ada barang berbahaya atau terlarang yang dibawa serta mengingatkan semua pihak akan keselamatan di kondisi cuaca buruk,” jelas Kapolsek Sungsang dalam laporannya kepada Kapolres Banyuasin.

Secara operasional, personel gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan barang roda empat dan roda enam (R4 & R6) yang melintas.

Pemeriksaan tidak hanya mencakup kelengkapan administrasi pengemudi seperti SIM dan STNK, tetapi juga dokumen muatan serta fisik barang yang diangkut.

Secara paralel, tim juga aktif memberikan himbauan langsung kepada para sopir dan masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan.

“Kami menyampaikan larangan tegas membawa barang-barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan.

Selain itu, kami juga mengingatkan untuk selalu waspada dan mematuhi informasi dari otoritas pelabuhan terkait cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan penundaan atau pembatalan pelayaran,” tambahnya.

Berdasarkan hasil kegiatan hari itu, tim melaporkan bahwa tidak ditemukan kendaraan yang mengangkut barang berbahaya, terlarang, atau diduga hasil tindak kejahatan. Capaian ini menunjukkan kesadaran dan kepatuhan pengguna jasa pelabuhan yang sudah baik.

Koordinasi dan pemeriksaan rutin seperti ini akan terus dilakukan secara berkala bersama instansi terkait.

Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan maupun tindak kriminal, sehingga aktivitas pelabuhan sebagai urat nadi perekonomian dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.

Sumber: