Waspada Gagal Panen! Ini 7 Kesalahan Fatal Pemula dalam Usaha Ternak Lele

Waspada Gagal Panen! Ini 7 Kesalahan Fatal Pemula dalam Usaha Ternak Lele

Waspada Gagal Panen! Ini 7 Kesalahan Fatal Pemula dalam Usaha Ternak Lele--

HARIANBANYUASIN.COM  – Usaha ternak lele saat ini menjadi salah satu peluang bisnis yang banyak diminati masyarakat. Selain mudah dijalankan, permintaan pasar yang stabil membuat budidaya lele dinilai mampu memberikan keuntungan menjanjikan.

Namun, di balik peluang tersebut, tidak sedikit peternak pemula yang harus menelan pil pahit akibat kegagalan panen. Minimnya persiapan, kurangnya pengetahuan teknis, hingga manajemen yang lemah menjadi faktor utama kerugian dalam usaha ini.

Memulai usaha ternak lele memang membutuhkan keberanian. Akan tetapi, keberanian saja tidak cukup. Tanpa dibarengi ilmu, perencanaan modal, serta pengelolaan yang tepat, usaha ternak lele justru berpotensi berhenti di tengah jalan.

Dikutip dari kanal YouTube Ternak Ikan, terdapat tujuh kesalahan umum yang kerap dilakukan pemula dan menjadi penyebab utama gagalnya panen lele. Berikut ulasannya:

1. Modal Tidak Disiapkan hingga Panen

Banyak pemula hanya menghitung biaya kolam dan bibit, tanpa memperhitungkan kebutuhan pakan hingga masa panen. Akibatnya, ketika kebutuhan pakan meningkat, modal justru habis dan peternak terpaksa menjual lele sebelum waktunya atau memberi pakan alternatif yang belum tentu sesuai.

2. Persiapan Kolam Kurang Optimal

Kolam yang baru diisi air langsung digunakan tanpa proses pengendapan dan fermentasi. Padahal, air yang belum stabil dapat membuat benih stres dan mati. Idealnya, air difermentasi minimal tiga hari dengan probiotik sebelum benih ditebar.

3. Salah Memilih Bibit

Bibit murah sering menjadi pilihan, tanpa memperhatikan kualitas. Bibit yang baik minimal berukuran 5 cm, aktif bergerak, tidak cacat, dan berwarna cerah agar pertumbuhan lebih optimal.

4. Mengabaikan Kualitas Air

Air kolam yang kotor dan berbau menandakan tingginya kadar amonia. Kondisi ini dapat memicu penyakit dan kematian ikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penggantian air secara rutin agar kualitas tetap terjaga.

5. Kesalahan Pemberian Pakan

Pakan berprotein rendah dan pemberian berlebihan menjadi kesalahan fatal. Untuk pembesaran, pakan minimal mengandung 30 persen protein. Pemberian pakan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan.

Sumber: