Puskesmas Gasing Laksanakan ORI Campak, Sasar Anak Usia 9 Bulan hingga 5 Tahun
Puskesmas Gasing Laksanakan ORI Campak, Sasar Anak Usia 9 Bulan hingga 5 Tahun BANYUASIN – Puskesmas Gasing terus menggencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit menular tersebut. Prog--
HARIANBANYUASN.COM – Puskesmas Gasing terus menggencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit menular tersebut. Program ini menyasar anak usia 9 bulan hingga 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gasing.
Pelaksanaan ORI dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari pelayanan di puskesmas, kegiatan posyandu, hingga jemput bola langsung ke rumah-rumah warga. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh anak yang menjadi sasaran mendapatkan imunisasi secara merata.
Kepala Puskesmas Gasing, Evy Andriani, SKM, M.Kes, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus campak di wilayahnya. Meski demikian, pihaknya tetap aktif melakukan langkah pencegahan melalui imunisasi.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ditemukan kasus campak. Namun kami tetap melakukan pencegahan dengan menggencarkan imunisasi ORI agar anak-anak terlindungi dari penyakit ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar program ini berjalan maksimal, terutama dalam membawa anak-anak ke posyandu atau menerima layanan imunisasi dari petugas kesehatan.
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan komplikasi serius bila tidak ditangani.
Gejala campak meliputi:
Demam tinggi
Batuk dan pilek
Mata merah
Muncul ruam merah di kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh
Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui imunisasi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan anak-anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal guna mencegah penyebaran penyakit.
Sumber: