Bidang PAUD dan PNF Gelar Rapat Persiapan Kurikulum Prototipe

Bidang PAUD dan PNF Gelar Rapat Persiapan Kurikulum Prototipe

PANGKALAN BALAI harianbanyuasin com Kondisi pendidikan di Indonesia pada masa pandemi mengharuskan adanya penyesuaian strategi untuk mengatasi kehilangan pembelajaran learning loss
Hasil evaluasi yang dilakukan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan BSKAP Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kemendikburistek menunjukkan bahwa satuan pendidikan yang menggunakan Kurikulum Darurat lebih maju empat sampai lima bulan belajar daripada yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh
Oleh karenanya Kemendikbudristek memberikan opsi kebijakan kurikulum untuk pemulihan pembelajaran salah satunya melalui Kurikulum Prototipe yang merupakan lanjutan dari Kurikulum Masa Khusus Pandemi Covid 19 atau Kurikulum Darurat
Namun Kemendikbudristek tetap mempersilakan sekolah untuk menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan sekolah
Untuk menyikapi kebijakan Kemendikbud tersebut Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal PNF menggelar rapat perumusan Kurikulum PAUD K13 dan persiapan kurikulum prototipe
Rapat digelar di ruang sekretariat Disdikbud Kamis lalu dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Rapat melibatkan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Himpaudi Ikatan Guru Taman Kanak kanak Indonesia IGTKI asesor dan pihak terkait
Kurikulum Prototipe sebagai tambahan aksi Bagi satuan pendidikan yang tetap menerapkan Kurikulum 2013 apa adanya silahkan tutur Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Nasutman SPd MSi
Dia menjelaskan satuan pendidikan yang sudah menggunakan Kurikulum Darurat juga silakan memilih apakah akan tetap menerapkan Kurikulum Darurat atau Kurikulum Prototipe
Diterbitkannya Kurikulum Prototipe lanjut dia guna meminimalisir terjadinya kehilangan pembelajaran atau learning loss akibat tidak optimalnya pembelajaran di masa pandemi covid 19
Dia menuturkan Kurikulum Prototipe memiliki beberapa karakteristik utama Antara lain pengembangan soft skills dan karakter fokus pada materi esensial dan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran sesuai dengan kemampuan murid atau teach at the right level
Penerapan Kurikulum Prototipe lanjut dia diharapkan dapat membantu anak dalam mengembangkan potensi dan bakatnya karena kurikulum tersebut bagian dari arah pengembangan kurikulum sebelumnya
Seperti orientasi holistik berbasis kompetensi bukan konten serta dirancang sesuai kebutuhan sekolah dan peserta didik Oleh karenanya berbagai persiapan terus dilakukan sebelum kurikulum prototipe diimplementasikan tutir dia
Dia berharap optimalisasi peran guru dalam pembelajaran masa pandemi harus terus dilakukan dengan mengutamakan kreativitas guru dalam pemilihan model metode dan strategi upaya lain yakni dengan perihal kurikulum yang adaptif yang harus disesuaikan dengan situasi pandemi muk

Sumber: