Saat keramas, fokuskan pijatan lembut pada kulit kepala menggunakan ujung jari, bukan kuku.
Cara ini membantu membersihkan minyak dan kotoran tanpa membuat kulit kepala semakin teriritasi.
Frekuensi keramas dapat disesuaikan dengan kondisi rambut. Jika kulit kepala cepat berminyak dan berkeringat, keramas lebih sering bisa diperlukan.
2. Pilih sampo antiketombe dengan bahan aktif
Ketombe basah yang disertai rasa gatal dapat membutuhkan perawatan lebih dari sekadar sampo biasa.
Sampo antiketombe dengan bahan aktif tertentu dapat membantu mengendalikan penyebab ketombe dan mengurangi penumpukan sisik.
Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain ketoconazole, zinc pyrithione, selenium sulfide, salicylic acid, atau bahan antiketombe lainnya.
Jangan langsung menggunakan banyak produk sekaligus. Pilih satu produk yang sesuai, kemudian gunakan berdasarkan petunjuk pada kemasan.
Jika kulit kepala terasa semakin perih, merah, atau iritasi, hentikan pemakaian dan pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter kulit.
3. Jangan menggaruk kulit kepala
Rasa gatal akibat ketombe basah memang membuat tangan ingin terus menggaruk.
Namun, kebiasaan tersebut justru dapat memperburuk kondisi kulit kepala.
Menggaruk dengan kuku dapat menyebabkan luka kecil yang membuat kulit kepala lebih mudah mengalami iritasi atau infeksi.
Selain itu, gesekan berlebihan dapat membuat kulit kepala semakin sensitif.
Jika terasa gatal, cobalah menepuk atau memijat kulit kepala secara perlahan dengan ujung jari.
Yang paling penting, hindari mengelupas sisik atau kerak secara paksa.